Pages

Minggu, 16 Desember 2012

Hasil Observasi KOPMA UNY



BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Jenis dan Prinsip Koperasi
Model koperasi telah diterapkan pada hampir semua bentuk organisasi usaha. Setiap koperasi dapa digolongkan ke dalam suatu jenis atau kelompok koperasi. Penjenisan atau pengelompokkan ini secar terus menerus berubah untuk menyesuaikan diri dengan bentuk-bentuk baru dari koperasi yang sedang berkembang. Secara umum empat jenis kelompok tersebut, yaitu (Tim Co-op Basic Training KOPMA UNY) :
1.      Koperasi Pemasaran atau Produsen.

Prinsip Manajemen Organisasi Sumber Belajar


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pengadaan sumber belajar dimaksudkan untuk mempermudah para pengguna (pendidik dan peserta didik) untuk memenuhi segala kebutuhan belajarnya. Baik itu berupa suatu lokasi, benda, maupun manusia. Entah yang sengaja dirancang (by design) dan diadakan untuk menunjang proses belajar mengajar maupun yang memang sudah ada (by utilitation) dan dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Namun, semua sumber belajar itu tidak lantas dibiarkan dan digunakan begitu saja. Tentu harus dikelola dengan sistem manajemen oleh orang-orang yang bersangkutan yang terbagi dalam beberapa sub komponen suatu organisasi sumber belajar. Adanya pengelolaan dimaksudkan agar nantinya sumber belajar dapat berfungsi secara optimal.

Rabu, 12 Desember 2012

Landasan Evaluasi Kurikulum


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kurikulum sebagai komponen terpenting dalam pendidikan, seyogyanya harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pendidikan. Karena akan berdampak pada pelaksanaan pengembangan kurikulum itu sendiri dan berdampak pula bagi tercapai tidaknya tujuan kurikulum. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya tujuan dari pengembangan dan  pelaksanaan kurikulum, dibutuhkan sebuah kegiatan penilaian berupa kegiatan evaluasi yang dapat membantu pengembang kurikulum untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan kurikulum.

Penerapan asumsi Max Weber terhadap Pendidikan Kewirausahaan di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Menurut pandangan Marxian bahwa ekonomi suatu masyarakat itu menentukan ideologi. Ini bertentangan dengan pandangan Max Weber yang menyatakan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat itu berasal dari ide atau gagasan. Jika melihat perkembangan masyarakat, kemunculan-kemunculan masyarakat dengan atribut tertentu tidak terjadi secara tiba-tiba namun ada penyebab atau proses sebelumnya yang bersifat kausalitas. Dalam risetnya Max Weber meneliti perilaku beragama di AS khususnya yang beragama Kristen (culvinisme) untuk mengetahui penyebabnya. Paham calvinisme (takdir),

Sabtu, 24 November 2012

E-Learning


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan tidak mungkin berjalan secara ajeg tanpa adanya perubahan-perubahan. Perubahan akan menuntun kita kepada tujuan awal yang ingin dicapai karena pendidikan tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan dalam benak kita. Selalu ada liku di setiap perjalanannya yang terkadang membuat sang pelaku pendidikan merasa kurang nyaman. Pelaku pendidikan yang dimaksud dalam hal ini tentunya para pendidik maupun peserta didik. Problem-problem dalam pendidikan seakan menjadi bumbu yang menghadirkan suatu dilema yang tak kunjung usai.